Home / Uncategorized / Cara Memelihara Ayam Cemani yang Paling Mudah Dilakukan

Cara Memelihara Ayam Cemani yang Paling Mudah Dilakukan

Hai teman-teman,pada kesempatan kali ini kita akan mengulas topik cara memelihara ayam cemani. Baca sampai akhir ya.

Sejarah Ayam Cemani

sejarah ayam cemani

Ayam Cemani adalah salah satu jenis ayam hias asal Indonesia yang berwarna hitam. Lebih tepatnya, asal muasal ayam Cemani berasal dari desa Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung yang berkuasa di Jawa Tengah dan sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Pemilik pertama ayam ini adalah petapa tangguh yang suka beternak ayam hitam, Ki Ageng Mangkuhan. Namun pada saat itu ayam hitam Ki Ageng Mangkuhan memiliki paruh yang berwarna putih sehingga seluruh badannya tidak berwarna hitam.

Suatu hari Ki Ageng Mangkuhan sedang bersemedi di kuburan suci. Kemudian mendapat pesan untuk mengobati penyakit putra tunggal Panembahan, Hargo Pikukuh bernama Lintang Katon dengan ayam hitamnya.

Entah bagaimana, ternyata penyakit Lintang Katon sudah sembuh. Sejak saat itu, ayam hitam menjadi simbol kesembuhan.

Jangan lupa baca pakan ayam joper juga yuk.

Cara Merawat Ayam Cemani

cara merawat ayam cemani

1. Kandang Siap Pakai

Langkah awal persiapan dalam memelihara ayam Cemani adalah menyiapkan kandang dan perlengkapan pendukungnya. Kandang ayam Cemani tidak boleh terlalu besar dan hanya memuat 5-6 ekor ayam.

Hal tersebut diperlukan guna meningkatkan proses tumbuh kembang ayam, termasuk proses kawin yang lebih optimal. (Baca Juga: Khasiat Ayam Cemani Yang Mudah Diketahui)

2. Pemilihan Induk Ayam

Tips ternak Ayam Cemani bagi pemula, yang terpenting adalah memilih induk ayam. Ayam cemani yang dipilih harus memiliki ciri yang jelas sebagai ayam cemani.

Warna hitam penuh dan berbagai jenis lainnya. Mahalnya harga ayam Cemani membuat ayam ini cukup palsu sehingga perlu mendapat perhatian.

Kami menyarankan Anda untuk tidak memilih ayam Cemani dari jenis yang sama. (Baca Juga: Ciri-ciri Ayam Lingnan Yang Mudah Dilihat)

3. Pernikahan Ayam Cemani

Setelah indukan sehat, agresif, bernafsu baik, dan siap kawin menurut umur, langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam tips melakukan aktivitas ayam cemani khususnya untuk pemula adalah proses kawin ayam.

Proses kawin ayam Cemani terpilih dilakukan melalui metode kawin alami dan tanpa teknik inseminasi buatan seperti kebanyakan ayam di peternakan. Perkawinan alami ini dapat menghasilkan anakan yang lebih murni dan berkualitas lebih tinggi.

Perkawinan alami dilakukan dengan cara meninggalkan indukan jantan dan betina dalam kandang dengan perbandingan 1 jantan dan 4 – 5 betina. (Baca Juga: Pertanda Ayam Bangkok Siap Lawan)

4. Perawatan Saat Anak Ayam Baru Menetas

Saat anakan berumur 4 hari, lakukan vaksinasi Tetelo atau ND (penyakit Newcastle), yang diulangi pada umur 4 minggu 4 bulan. Itu juga bisa divaksinasi dengan vaksin cacar.

Untuk konsumsi sehari-hari, anakan cemani bisa ditingkatkan tergantung umur ayamnya. Penggolahan pakan dapat menggunakan mesin pembuat pakan ayam ataupun dengan alat tradisional.

Pakan untuk anakan berupa konsentrat berupa Voer murni atau BR yang belum diberi campuran. Dalam 4 minggu pertama, konsumsi harian sekitar 400 gram / ekor.

Selama 4 minggu berikutnya, administrasi digandakan menjadi 838 g / ekor pada usia 8 minggu.

5. Pelestarian Masa Remaja dan Dewasa

Setelah anakan berumur kurang lebih 3 minggu, anakan dapat dipindahkan ke kandang yang lebih besar. Coba pindahkan sangkar ke timur.

Sedikit sinar matahari bisa leluasa masuk ke kandang ayam agar kandang selalu kering. Kandang yang lembab memudahkan ayam untuk terjangkit penyakit.

Ukuran kandang disesuaikan dengan jumlah ayam dan umur ayam. Semakin besar ukuran ayam, semakin besar pula kandang yang dibutuhkan.

Sekian pembahasan kita tentang cara memelihara ayam cemani,semoga artikel ini dapat membantu para pebisnis ayam dalam betarnak.

About Pher jaya

Check Also

RedDoorz Buat Program Layanan Kesehatan Mental Bagi Mitra Hotel

RedDoorz menginformasikan peluncuran “Hope Hotline” sebagai bagian berasal dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) …