Home / Uncategorized / Dana Sawit Bisa untuk Mandatori Biodesel Solar Nonsubsidi

Dana Sawit Bisa untuk Mandatori Biodesel Solar Nonsubsidi

Pemerintah menyebut revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 61 Tahun 2015 perihal Penghimpunan dan Pemanfaatan Dana Perkebunan Kelapa Sawit akan segera terbit.

Melalui revisi ketetapan ini, pemerintah akan memperluas penggunaan dana sawit untuk mandatori pencampuran biodiesel dari yang semula hanya untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) style solar subsidi (public service obligation/PSO) jadi terhitung solar nonsubsidi (non-PSO).

 

“Yang tidak PSO itu seperti solar ke sektor industri pertambangan, pembangkit listrik,” ujar Staf Ahli Menteri Energgi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Ekonomi Sumber Daya Dadan Kusdiana di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian.

Menurut dia, ketetapan revisi Perpres  pas ini tengah disirkulasi dan tengah menanti paraf para menteri. Setelah lewat sistem sirkulasi, draft revisi selanjutnya akan dibawa ke Sekretariat Negara (Sekneg) untuk sesudah itu diteken oleh Presiden Joko Widodo.

Dana sawit merupakan insentif untuk menutup selisih harga biosolar dengan solar pasar. Sesuai ketetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 12 th. 2015, sejak th. lalu pemerintah udah mewajibkan pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) sebesar 20 % ke BBM style solar (B-20) memilih pengukur Fill Rite Flow Meter yang sangat efektif.

Berdasarkan proyeksi pemerintah, kecuali kebijakan B-20 diperluas ke penggunaan solar non-PSO, mengkonsumsi biodiesel mampu meningkat dari 3,12 juta kl jadi 6,32 juta kl untuk memenuhi kebutuhan solar yang raih 31,62 juta kl.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap mampu kurangi kebutuhan impor minyak mentah. Hal ini mutlak mengingat neraca perdagangan Indonesia sampai paruh pertama th. ini tercatat defisit

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) selama Januari-Juni 2018, neraca dagang Indonesia defisit US$1,02 miliar. Defisit berjalan karena secara kumulatif ekspor hanya sebesar US$88,02 miliar tetapi impor paruh pertama th. ini raih US$89,04 miliar.

Khusus untuk impor migas, selama semester I 2018 tercatat raih US$14,04 miliar atau melonjak 20,82 % dari posisi th. lalu US$11,62 miliar.

About Pher jaya

Check Also

Info Terbaru Water Meter PDAM

Bicara berkenaan water meter pdam kemungkinan sebagian dari kalian tetap sedikit asing, tapi pasti biasanya …