Home / Uncategorized / Cara Budidaya Ikan Lele Yang Baik Dan Benar

Cara Budidaya Ikan Lele Yang Baik Dan Benar

Cara Budidaya Ikan Lele

Apakah kalian mengetahui cara budidaya ikan lele? kalau tidak langsung saja kita simak dalam artikel yang berada pada artikel di bawah ini!

Pengertian Lele

Ikan lele secara ilmiah terdiri atas banyak sekali ragam spesies. Tidak membuat heran juga jika lele yang berasal dari Nusantara memiliki nama di banyak daerah Indonesia. Diantaranya adalah: ikan limbek (penyebutan di provinsi Sumatera Barat), ikan kalang ( untuk penamaan di provinsi Sumatra Selatan), ikan maut (disebut di daerah Gayo), ikan seungko (menyebutnya di provinsi Aceh), ikan sibakut (penyebutan di Karo), ikan pintet (sebutan di provinsi Kalimantan Selatan), ikan keling ( disebut di kota Makassar), ikan cepi ( sebutan untuk provinsi Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (untuk menyebutnya di provinsi Jawa Tengah) atau ikan keli (dapat kalian menyebutnya di negara Malaysia), ikan ‘keli’ merupakan sebutan untuk lele yang tidak memiliki patil sedangkan disebut juga dengan ‘penang’ untuk ikan yang mempunyai patil (penyebutan di wilayah Kalimantan Timur).

Cara Budidaya Ikan Lele

1. Persiapan Kolam

Cara budi daya ikan lele dengan langkah yang pertama adalah dengan cara mempersiapkan kolam ikan lele yang akan kalian pakai. Kolam yang akan digunakan untuk budi daya ikan lele sendiri terdapat berbagai ragam. Beberapa jenis kolam yang biasa untuk dipakai pada saat melakukan budi daya ikan lele, msialnya jenis kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung, serta keramba.

Dari setiap kolam yang ada tersebut mempunyai berbagai keunggulan serta kelemahan masing-masing, paling utama apabila diperhatikan dari segi bisnis. Akan tetapi, walaupun terdapat banyak pilihan kolam yang ada, bukan berarti pemakaian kolam lele tersebut cocok bagi kondisi kalian. Lebih baik, sebelum membuat keputusan mengenai kolam yang akan dipaakai, pertimbangkan kembali mengenai beberapa faktor misalnya seperti kondisi lingkungan, ketersediaan tenaga kerja, dan juga sumber dana yang kalian miliki.

2. Memilih Benih Lele

Setelah melaksanakan mengenai cara dalam budi daya ikan lele langkah pertama, sukses maupun tidaknya budi daya ikan lele juga tergantung dari kualitas yang terdapat pada benih ikan lele yang dipakai. Pastikan apabila benih ikan lele yang ditebar adalah berasal dari jenis benih yang benar-benar sehat.

Terdapat beberapa ciri benih ikan lele dalam kondisi sehat, antara lain adalah:

– Memiliki gerakan yang lincah.

– Tidak terdapat cacat maupun luka yang berada di tubuh.

– Terbebas dari beraneka macam bibit penyakit.

– Mempunyai renang yang dapat dikatakan normal.

Khusus supaya mengetahui tentang gerakan renang yang dimiliki lele, maka kalian dapat memposisikan benih di tempat arus air. Jika ikan lele tersebut melakukan tantangan ke arah dari arus air serta dapat bertahan, artinya gerakan renang benih tersebut dapat dibilang normal.

Sedangkan untuk ukuran yang terdapat pada benih sendiri, biasanya benih ikan lele mempunyai panjang 5 sampai 7 cm. Kemudian, sebelum benih ditebar ke dalam kolam, sebaiknya untuk melaksanakan penyesuaian terhadap lingkungan terlebih dahulu. Cara dalam melakukan penyesuaian terhadap lingkungan tersebut dengan memasukan benih dan juga wadah yang dipakai ke dalam kolam.

Selanjutnya, biarkan dahulu dalam waktu selama 15 menit agar benih lele membuat penyesuaian terhadap lingkungan barunya. Berikutnya miringkan wadah kemudian biarkan benih lele keluar dengan sendiri. Tahap dalam menyesuaikan ini perlu untuk dilakukan, hal ini disebabkan karena lingkungan tinggal benih mungkin saja mempunyai suhu yang berbeda. Selain itu, hal ini juga memiliki fungsi untuk membuat turun tingkat stres benih lele.

3. Pemberian Pakan Ikan Lele

Sempat disinggung pada saat mengawali artikel apabila ikan lele adalah jenis ikan karnivora atau pemakan daging. Itulah kenapa pakan ikan lele dianjurkan mempunyai kandungan protein hewani. Biasanya, kandungan nutrisi yang diperlukan ikan lele, yakni:

– Memiliki protein sebesar 30%

– Terdapat kandungan lemak sebesar 4 sampai 16%

– Karbohidrat dengan jumlah sebesar 15 sampai 20%

– Vitamin dan juga mineral.

Akan tetapi, beraneka macam jenis pelet yang dijual dipasaran biasanya telah mempunyai keterangan mengenai kandungan nutrisi yang berada di dalamnya. Sehingga cukup untuk memiliki yang paling sesuai dengan keperluan. Ikan lele sendiri tiap hari membutuhkan pakan 3 sampai 6% dari bobot yang terdapat dalam tubuhnya. Kemudian, pastikan untuk melakukan penimbangan setiap 10 hari. Cukup dengan melakukan pembelian terhadap beberapa sampel ikan. Hal ini untuk melaksanakan tahap penyesuaian jumlah pakan yang perlu untuk diberikan.

Sedangkan memberikan pakan ikan lele setiap 4 sampai 5 kali dalam sehari. Sedangkan waktu dalam memberikan pakan dapat pagi, siang, sore, maupun malam hari. Akan tetapi berhubung lele adalah hewan nokturnal, maka dianjurkan supaya dapat memberi pakan lebih banyak di waktu sore maupun malam hari.

Selain itu, kalian juga dapat memberi pakan selain pelet yang berguna untuk menjadi pakan tambahan. kalian dapat membeli ikan yang tidak layak untuk dikonsumsi dari pelelangan ikan. Atau apabila sulit untuk memperolehnya, dapat menjadikan pakan tambahan yang berasal dari belatung serta ampas tahu. Selain itu, keong dan juga limbah ayam dapat juga diberikan, namun perlu untuk diolah terlebih dahulu.

4. Perhatikan Kualitas Air Kolam

Hal yang satu ini sering dilupakan pada saat proses budi daya ikan lele. Selalu untuk memastikan apabila kualitas air dapat menjadi tetap terjaga serta terhindar dari timbunan sisa pakan yang tidak dapat menjadi habis di dasar kolam. Hal ini disebabkan karena, timbunan pakan yang tidak dapat menjadi habis tersebut dapat memunculkan gas amonia maupun hidrogen sulfida

Apabila telah menjadi timbul gas tersebut, maka biasanya dapat muncul bau busuk. Maka solusinya dengan cara melakukan pemuangan sepertiga air yang terdapat di bagian bawah, selanjutnya isi dengan menggunakan air baru. Sedangkan untuk frekuensi dalam membuang air tergantung kebiasaan pada saat memberikan pakan. Apabila setelah memberikan pakan ternyata banyak sisa, maka pada saat mengganti air harus lebih sering untuk dilakukan.

5. Penanganan Hama Dan Penyakit

Hama yang terdapat pada ikan lele terdiri dari beberapa jenis. Urutan yang pertama, yakni hama predator misalnya saja ular, sero, linsang, musang air, dan juga burung. Sedangkan hama dari jenis yang lainnya adalah hama pesaing misalnya ikan mujair. Cara yang dapat untuk dilakukan supaya dapat membuat pencegahan terhadap hama tersebut, yakni dengan cara melakukan pemasangan saringan di jalan masuk serta keluar air dan juga memasang pagar yang mengelilingi di sekitar kolam.

Sedangkan penyakit yang biasa menyerang terhadap ikan lele, antara lain yakni protozoa, bakteri, serta virus. Jenis penyakit disebabkan karena mikroorganisme tersebut memiliki potensi mengakibatkan kematian. Ciri yang terdapat pada ikan lele yang terserang penyakit yakni munculnya bintik putih, perut lele menjadi kembung, dan juga adanya luka pada bagian kepala dan juga ekor.

Itulah kenapa sangat penting supaya melaksanakan kontrol terhadap kualitas air yang berada dalam kolam. Selain itu, penting juga supaya dapat melakukan kontrol kelebihan pemberian pakan, kebersihan kolam, dan juga kontrol suhu kolam.

6. Panen Ikan Lele

Umumnya dalam waktu 2,5 sampau 3,5 bulan dapat diperoleh 8 hingga 12 ekor ikan lele dalam tiap kilogram. Namun, terhadap hal yang perlu untuk kalian perhatikan sebelum melakukan pemanenan ikan lele. Yakni selama 24 jam sebelum lele dipanen, sebaiknya untuk tidak melakukan pemberian pakan pada ikan lele. hal ini mempunyai tujuan supaya ikan lele tidak buang kotoran pada saat diangkut.

Selanjutnya, jangan lupa untuk melakukan penyortiran berdasarkan dari segi ukuran. Hal ini dapat memberikan dampak lumayan besar terhadap harga jual lele. Hal ini membunyai harapan, dengan melakukan beraneka macam cara budidaya ikan lele tersebut, dapat membuat besar keuntungan bisnis yang diperoleh.

About Pher jaya

Check Also

Tips Sukses Usaha Roti

Tips Sukses Usaha Roti

Tips sukses usaha roti – Roti adalah salah satu makanan berbahan dasar tepung yang paling …