Home / Uncategorized / Cara Memasak Gudeg Nangka Khas Jogja yang Enak dan Lezat

Cara Memasak Gudeg Nangka Khas Jogja yang Enak dan Lezat

aGudeg, makanan khas Yogyakarta yang rasanya enak dan juga murah, kali ini kami akan menunjukkan cara memasak Gudeg Nangka khas Jogja. Berbicara tentang Gudeg Jogja, pasti akan teringat dengan rasa dan teksturnya yang lezat. Nah, itu karena bahan utama Gudeg adalah nangka! Saya tidak bisa membayangkan Gudeg manis dari nangka.

Nangka yang awalnya terasa manis namun juga alot, berubah menjadi gudeg yang manis dan gurih. Gudeg nangka asal Jogja ini terkenal di seantero nusantara karena rasanya yang enak.

cara memasak gudeg nangka khas jogja

Cara Membuat Gudeg Nangka Khas Jogja

Sejarah singkat Gudeg

Jika anda merencanakan liburan ke Provinsi Jogjakarta dan anda tidak menikmati makanan yang satu itu, maka akan terasa kurang nyaman dan pengalaman tidak akan lengkap. Gudeg saat ini telah menjadi makanan ikonik Yogyakarta hingga kota Yogyakarta disebut Kota Gudeg.

Gudeg sebagai makanan khas dari Jogja, kenikmatan rasa dari makanan ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Cara membuat Gudeg nangka khas Jogja ini juga sangat sederhana, hanya membutuhkan kesabaran untuk memasaknya

Ketika tentara kerajaan Mataram membabat hutan pada abad ke-17, mereka melakukan apa yang mereka lakukan untuk membangun peradaban. Di dalam hutan banyak terdapat pohon nangka yang berbuah, maka lokasi hutan tersebut kemudian dikenal dengan kotagede.

Makanan untuk semua orang

Meskipun Gudeg ini memiliki ikatan yang dekat dengan Yogyakarta, ia juga cukup terkenal di daerah Surakarta. Seperti diketahui, Kesultanan Mataram Islam yang didirikan oleh Panembahan Senopati kemudian terbagi menjadi dua kerajaan besar, yaitu Yogyakarta dan Surakarta. Ditambah dua makanan khas lainnya, yakni Pakualaman dan Mangkunegaran.

Inilah yang dikatakan Heri Priyatmoko dalam artikelnya “Makan (Sejarah) Gudeg” di Detik. com (8 Maret 2019) mengumumkan bahwa proses pembagian makanan gudeg dibacakan oleh Serat Centhini (1814-1823) di lingkungan Kasunanan Surakarta.

Selanjutnya, lanjut Heri, dikisahkan pula dalam Serat Jatno Hisworo bahwa Raja Surakarta, Pakubuwana IX (1861-1893), pernah membeli nasi gudeg dan nasi liwet untuk dihidangkan pada rombongan kesenian yang dibantu keluarga keraton harus menghibur musik gamelan terakhir. malam. terlambat.

Raja Yogyakarta saat ini, Sultan Hamengkubuwana X, menulis Joko Darmawan dalam buku Mengenal Kebudayaan Nasional: Trah Raja Mataram di Jawa (2017) dan mencintai Gudeg, khususnya Gudeg Manggar. Begitu juga dengan ayahnya, Sultan Hamengkubuwana IX.

Cara Memasak Gudeg Nangka Khas Jogja

BAHAN NANGKA:

  1. 200 gram Nangka muda, potong kotak sedang
  2. 3 gelas Santan pekat dari 1 buah kelapa
  3. 5 butir Telur ayam, rebus dan kupas kulitnya
  4. 5 lembar Daun jati
  5. 3 cm Lengkuas
  6. 5 lembar Daun salam
  7. 2 bulatan Gula merah
  8. 3 sendok makan Kecap manis
  9. 1 sendok teh Garam

BUMBU HALUS:

15 siung Bawang merah
6 siung Bawang putih
5 buah Kemiri
1/2 sendok makan Ketumbar
1/4 sendok teh Merica

 

Langkah

1. Panaskan banyak air dalam panci. Masukkan nangka muda, daun jati, 3 lembar daun salam dan lengkuas. Masak sampai lunak dan kemerahan, sekitar 1 jam.

2. Tiriskan. Bilas sekali dengan air bersih dan matang. Tiriskan lagi.

3. Rebus nangka bersama bumbu halus dan setengah santan.

4. Tambahkan telur rebus.

5. Tambahkan 2 lembar daun salam, sisa lengkuas (geprek), gula merah, kecap asin dan garam.

6. Aduk terus hingga santan meresap dan berkurang. Tambahkan sisa setengah santan.

7. Kecilkan api. Tutup panci dan biarkan udara hangat mengering selama sekitar 2 jam.

8. Tetap hangat selama satu malam.

9. Panaskan gudeg keesokan harinya sampai benar-benar kering dan berwarna merah tua.

10. Gudeg siap dihidangkan.

Sekian Artikel kami semoga bisa bermanfaat untuk kita semua dan jika ada salah mohon maaf

About Pher jaya

Check Also

Resep Sumpia Udang Kering Yang Enak  dan Lezat

Resep Sumpia Udang Kering Yang Enak  dan Lezat

  Apakah kalian mengetahui sumpia? Mungkin banyak diantara kita belum memahami betul apa itu sumpia …