Home / Uncategorized / Pupuk Mikroba Penyubur Tanah yang Harus Kamu Ketahui

Pupuk Mikroba Penyubur Tanah yang Harus Kamu Ketahui

Pemberian pupuk akan meningkatkan produksi serta produktivitas tanaman, umumnya para petani akan memberikan pupuk kimia, padahal pupuk ini memiliki beberapa efek negatif. Lebih baik gunakan pupuk mikroba penyubur tanah saja.

Mikroba yang menjadi pupuk hayati dengan kandungan bioaktif didalamnya akan berguna sebagai penyubur tanah dengan beberapa keunggulan, salah satunya yaitu sebagai penyubur tanah dan penyedia unsur hara untuk tanaman.

Jenis Pupuk Mikroba Penyubur Tanah, Petani Wajib Tahu

Pupuk Mikroba Penyubur Tanah yang Harus Kamu Ketahui

1. Bakteri Fiksasi Nitrogen

Berbagai jenis bakteri fiksasi N2 secara hayati, yaitu rhizobia, sianobakter (ganggang hijau biru), bakteri foto-autotrofik di air tergenang dan permukaan tanah, serta bakteri heterotrofik dalam tanah dan akar.

Bakteri ini bisa mengikat nitrogen dari udara, baik itu secara simbiosis atau nonsimbiosis.

Penggunaan bakteri fiksasi N2 dengan diaplikasikan pada tanah atau dengan disemprotkan langsung pada tanaman, ini dilakukan agar meningkatkan efisiensi kebutuhan pemupukan N pada tanaman.

Penggunaan bakteri ini akan mengurangi kebutuhan pupuk N sintetis, meningkatkan produksi dan pendapatan usaha pertanian.

Kelompok prokariotik fotosintetik, misalnya sianobakter, akan dapat menstabilkan kesuburan ekosistem di kondisi alami lahan pertanian dengan kemampuannya mengikat N2.

Bakteri ini berada di dalam jaringan akar atau berada di jaringan yang kompak, misalnya buku batang dan pembuluh xilem, yang begitu penting untuk aktivitas enzim nitrogenase.

Bakteri diazotrof endofitik selain bisa mengikat N2 juga bisa mensekresikan hormon pertumbuhan asam indol-3-asetat, dan tidak menyebabkan penyakit pada tanaman.

2. Mikroba Pelarut Fosfat

Alternatif sebagai upaya meningkatkan efisiensi pemupukan P dan upaya mengatasi rendahnya P tersedia atau kejenuhan P di dalam tanah yaitu dengan memanfaatkan kelompok mikroorganisme pelarut P sebagai pupuk hayati.

Mikroorganisme pelarut P ialah mikroorganisme yang bisa melarutkan P sukar larut menjadi larut, baik itu berasal dari dalam tanah atau dari pupuk, jadi bisa diserap oleh tanaman.

Mekanisme pelarutan P dari bahan yang sulit larut terkait erat dengan aktivitas mikroba berhubungan dalam menghasilkan enzim fosfatase dan fitase serta asam-asam organik hasil metabolisme yaitu asetat, propionat, glikolat, fumarat, sitrat, laktat, ketoglutarat oksalat, suksinat, dan juga tartrat.

Beberapa spesies mikroba pelarut P, yaitu Pseudomonas, Microccus, Bacillus, Flavobacterium, Penicillium, Sclerotium, Fusarium, serta Aspergillus, berpotensi tinggi untuk melarutkan P terikat jadi P tersedia dalam tanah.

Mekanisme pelarutan P yang terhubung dengan Fe pada tanah sawah ini terjadi melalui peristiwa reduksi, sehingga Fe dan P bisa tersedia untuk tanaman.

3. Mikoriza

Mikoriza ini berperan untuk meningkatkan serapan Posfat yang dilakukan oleh akar tanaman. Bakteri mikoriza ini mempunyai struktur hifa yang bisa menjalar luas ke dalam tanah, melampaui jarak yang bisa dicapai dengan rambut akar.

Daerah akar bermikoriza akan tetap aktif untuk mengabsorpsi hara dalam jangka waktu yang lebih lama daripada akar yang tidak memiliki akar mikoriza.

Ketika Posfat ini terdapat di sekitar rambut akar, kemudian struktur hifa ini akan membantu menyerap Posfat di tempat yang tak bisa dijangkau oleh rambut akar tersebut.

Tanaman yang berakar besar akan lebih tergantung pada mikoriza daripada tanaman dengan sistem akar yang memiliki rambut akar banyak dan panjang.

Setelah membaca mengenai pupuk mikroba penyubur tanah ini, kamu juga harus membaca mengenai pupuk penyubur daun tanaman hias. Selain menggunakan pupuk mikroba kamu juga bisa menggunakan pupuk kompos, cara membuatnya sangat mudah menggunakan mesin pembuat kompos.

About Pher jaya

Check Also

Cara Membasmi Rumput Liar

Cara Membasmi Rumput Liar

Cara membasmi rumput liar – Cuka mengandung asam asetat, yang dapat membunuh gulma secara efektif …