Home / Pendidikan / Prospek karir dari kuliah jurusan kedokteran

Prospek karir dari kuliah jurusan kedokteran

tiap tahunnya ribuan lulusan SMA bersaing ketat untuk masuk jurusan yang biasanya punyai “Passing grade” paling tinggi ini. Motivasi para lulusan SMA yang mau masuk jurusan Kedokteran biasanya berbagai ragam, mulai berasal dari menganggap bahwa profesi dokter tersebut cool sampai orang yang kuliah di jurusan Kedokteran merupakan calon menantu idaman.

Apapun motivasinya, sebenernya legal-legal saja, asalkan ketika udah jadi dokter, kalian dapat bekerja bersama integritas, ya.

Nah, terhadap kesempatan kali ini gue mau berbagi cerita berkenaan seluk-beluk perkuliahan jurusan Kedokteran di Indonesia.

Oh iya, kami kenalan pernah deh, ya. Julukan gue Thomas Adhi Nugroho Chaidir. Panggil aja Thomas. Gue menempuh S1 Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran, Universitas Padjajaran. Pas ini, gue bekerja sebagai dokter generik.

Terhadap artikel ini, gue akan membongkar beragam pandangan salah seputar jurusan Kedokteran. Gue juga akan menjabarkan perjalanan dan tantangan yang akan lo hadapi untuk menyandang gelar dokter dan berkarya di sedang penduduk.

Terhadap kelanjutannya, gue berharap lo dapat mengetahui realita global Kedokteran di Indonesia dan memutuskan apakah lo sahih-sahih memiliki alasan yang kuat untuk jadi seorang dokter.

 

 

Mau cepat lulus kuliah kedokteran ? hubungi saja ahlinya disini : joki kti kedokteran

Apa Sih Pengetahuan Kedokteran Tersebut?

Pengetahuan kedokteran adalah keliru satu pengetahuan yang paling menarik minat bagi para calon siswa perguruan tinggi (Credit Image by pixabay.com)
Sebelum kami masuk lebih di dalam berkenaan jurusan Kedokteran, tersedia baiknya kami ngerti pernah mengenai Pengetahuan Kedokteran tersebut sendiri. Apa, sih, bedanya pengetahuan Kedokteran bersama pengetahuan Hayati yang selama ini kami pelajari di Sma?

Menurut Merriam-Webster, Pengetahuan Kedokteran didefinisikan sebagai:

“Pengetahuan atau seni yang berkecimpung di dalam pemeliharaan kesegaran, dan juga pencegahan, pengobatan atau penatalaksanaan penyakit.”

Berasal dari kata-kata “Kesegaran” dan “Penyakit”, kami bisa menyimpulkan bahwa tersedia faktor eksklusif yang dapat dipengaruhi “Kebugaran” dan “Penyakit” ini, yaitu tubuh manusia.

Bersama dengan kata lain, Pengetahuan Kedokteran adalah pengetahuan yang mempelajari cara kerja tubuh manusia, kesetimbangannya, faktor-faktor yang mampu mengganggu kegunaan dan kesetimbangan itu, dan juga cara menjaga dan mengembalikan ketidakseimbangan dan gangguan kegunaan itu ke faedah dan kesetimbangan yang normal.

Menjadi, jika lo bahagia pelajaran Hayati namun sebenernya lebih bahagia ke pengamatan tanaman dan hewan layaknya di acara National Geographic atau puas teknologi rekayasa genetika layaknya di film Jurassic Park; lo akan nyasar kalo masuk jurusan Kedokteran .

Skill Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Studi Jurusan Kedokteran?

Berasal dari definisi singkat terkait Pengetahuan Kedokteran, kami dapat menjabarkan skills apa aja, nih, yang dibutuhkan untuk mendalami pengetahuan ini.

1. Pemahaman Konsep yang Kuat di Hayati, Kimia, Fisika, sampai Matematika
“Gue, kan, di SMA nilai Biologinya bagus konsisten, nih. Walaupun Matematika dan Fisika hancur, gue mau terus menjadi dokter, ah”

Eits, nggak semudah tersebut, Ferguso. Nggak sedikit yang inginkan kuliah jurusan Kedokteran semata-mata dikarenakan puas atau memiliki nilai Hayati yang bagus di Sma. Ini adalah kesalahan besar yang selalu berlangsung berulang tiap tiap tahunnya di kalangan mahasiswa baru Kedokteran.

Untuk survive jadi mahasiswa Kedokteran dan jadi dokter yang handal di jaman depan, nggak lumayan cuma menyaksikan kemampuan Hayati SMA aja.

Studi perihal tubuh manusia di taraf kuliah kedokteran tersebut jauh berbeda dibandingkan studi Hayati di SMP dan Sma.

Di Sma, bisa saja lo akan “Selamat” kalau mampu sekadar menghafal sebutan-julukan dan urutan tulang bersama dengan sahih. Tak sekedar tersebut, kemungkinan lo masih dapat mendapat nilai bagus atau apalagi sanggup ranking kecuali sanggup menghafal manfaat dan penyakit Platform Reproduksi Manusia tanpa mengetahui keterkaitannya bersama dengan organ lain yang dipelajari di bab-bab sebelumnya.

Akan namun, di taraf S1 pengetahuan ini berbeda sekali, lho, Sobat Zenius!

Pengetahuan Kedokteran taraf perkuliahan jauh lebih terpadu dan fokus terhadap kesetimbangan tubuh. Lo bukan memadai sekedar mengenal, tetapi juga kudu mengetahui manfaat berasal dari benda-benda dan roda-roda mesin yang tersedia di didalam tubuh manusia beserta interaksinya sampai sanggup bermanfaat bersama dengan penuh.

Ketika mempelajari penyakit yang menyerang sebuah organ, lo perlu mampu mengkoneksikannya bersama suasana organ-organ lain, lebih-lebih menganalisisnya hingga termin sel.

Nah, berlimpah anak SMA yang nggak paham kecuali cara kerja sel dan platform tubuh tersebut kebanyakan masuk ke ranah pengetahuan Kimia. Ga yakin? Ilustrasinya nih:

Ion mengatur komunikasi antar sel.
Reaksi kimia memandu berlimpah proses biologis.
Tiap zat yang tersedia atau masuk ke didalam tubuh mesti tepat dosis sehingga bukan menimbulkan dampak samping.
Oleh gara-gara tersebut, pemahaman konsep Kimia yang kuat (Mulai berasal dari Asam dan Basa, Reaksi Kimia, hingga Kimia Organik) akan memberi tambahan fondasi yang kokoh untuk menyadari bermacam hubungan platform tubuh.

Hal lain yang juga mengagetkan anak SMA adalah pengetahuan Fisika juga kepakai pas mengambil kuliah jurusan Kedokteran. Contohnya:

Pemahaman konsep Fisika Kuantum akan menunjang lo mengerti bagaimana alat X-Ray bekerja.
Jikalau lo bukan menguasai konsep Vektor di Fisika Sma, barangkali akan kesulitan menyadari platform EKG dan alat rekam jantung sebagai keliru satu alat emergensi di global medis.
Terkecuali lo tertarik jadi Dokter bidang rehabilitasi atau Bedah Tulang, konsep Platform Katrol dan Ekuilibrium Peristiwa di Fisika akan terlalu menolong jadi dasar penatalaksanaan/treatment untuk patah tulang, misalnya.
Nah, sehingga jago di Kimia dan Fisika, skills Matematikanya juga kudu oke dong 😉

2. Kemampuan Berpikir Sistematis
Pengetahuan Kedokteran terlampau fokus terhadap hubungan antar sel dan platform organ tubuh. Tubuh manusia dapat dianalogikan sebagai sebuah pabrik yang terbagi jadi bermacam unit kerja.

Tubuh manusia membentuk sebuah alur yang didalam kegunaan optimalnya mampu mengimbuhkan dan memasok segala macam zat yang diperlukan untuk menjalankan manfaat kehidupan.

Di sisi lain, tubuh manusia juga mampu mengeluarkan segala zat residu atau racun yang dihasilkan platform kehidupan itu. Ketidakseimbangan antara keduanya jadi tidak benar satu penyebab dan gejala penyakit.

Oleh sebab tersebut, didalam menyadari tubuh manusia secara total, dibutuhkan skill untuk berpikir secara seluruhnya atau sistematis.

Kami nggak mampu menganalisis sebuah organ secara parsial/terisolasi berasal dari organ lainnya layaknya pendekatan studi pelajaran Hayati di SMA terhadap umumnya. Nah, skill berpikir sistematis ini justru lebih sama bersama dengan skill yang dipakai oleh mereka yang sekolah Teknik Kimia dan Teknik Industri, lho.

3. Kemampuan Bahasa Inggris yang Oke
“Ah, nggak wajib-kudu benar-benar, lah, Bahasa Inggris terkecuali mau masuk jurusan Kedokteran. Sekolahnya di Indonesia, praktik kerja menjadi dokter di Indonesia, pasiennya juga orang Indonesia!”

Tidak benar besar! Pengetahuan kedokteran jaman kini benar-benar erat bersama dengan 2 bahasa, yaitu Bahasa Latin dan Bahasa Inggris. Yep, textbooks yang akan kalian pakai menjadi bacaan kudu selagi kuliah adalah buku berbahasa Inggris yang dipenuhi berlimpah istilah Bahasa Latin.

Penerjemahan bahan ajar dan hasil penelitian ke Bahasa Indonesia sanggup memakan pas yang lama dan ongkos yang besar.

Rata-Rata buku berbahasa Indonesia untuk bidang kedokteran tersebut terlambat 5 year dibandingkan edisi bahasa Inggris! Artinya, kalo kalian kekeuh studi bersama dengan buku bahasa Indonesia saja, buku yang kalian baca tersebut telah ketinggalan masa selama 5 year ketika baru terbit.

Bahkan terkecuali kalian beli bukunya di pasar/warung loak. Kebayang ga tuh betapa ketinggalannya kalian nanti.

“Kenapa faktor ketertinggalan ini berarti? Kok kayaknya beda, ya, mirip buku kakak gue di jurusan Teknik yang umurnya udah 10 th masih sanggup dipakai?”

Pengetahuan kedokteran sekarang tengah maju-majunya. Sebagai ilustrasi aja ya, terhadap pas generasi gue studi kurang lebih th 2010, sebagian pengetahuan yang baru dipelajari oleh generasi dosen saya 10 th lalu lebih-lebih udah dibantah oleh buku-buku kita yang baru terbit 1 tahunan sebelumnya.

Sanggup kebayang, kan, jikalau lo pakai buku yang ilmunya udah berumur 5 tahunan? Lo akan dibantah oleh teman kuliah dan kunci ujian telah berubah bukan mengikuti buku lo kembali.‘

“Emang, Bahasa Inggris yang diperlukan untuk studi di jurusan Kedokteran tersebut setaraf berapa, sih?”

Sekolah gue pernah mensyaratkan TOEFL 550 sebelum lulus S1. Sebagian sekolah bisa saja sekarang udah mensyaratkan TOEFL sebelum masuk S1.

Tapi, terhadap kenyataannya, bahasa Inggris yang tersedia di teks buku kedokteran bukan akan selevel Toefl, namun selevel tes Sat!

Wah apaan tuh?

Scholastic Aptitude Test atau SAT adalah ujian saringan masuk universitas di Amerika Perkumpulan (Semacam Sbmptn-Nya Amerika Perkumpulan lah). Level TOEFL tersebut fokus ke pemakaian Bahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari, sedangkan level SAT fokus terhadap pemakaian Bahasa Inggris untuk konteks akademik.

Menjadi, walaupun bukan disyaratkan, tersedia baiknya lo studi bahasa Inggris hingga level SAT sehingga sanggup lebih unggul berasal dari teman2 kuliah Kedokteran anda nantinya, di dalam hal mampu membaca textbook lebih cepat dan lebih seksama.

“Jika kemampuan Kimia, Fisika, Bahasa Inggris, berpikir sistematis gue sementara-pasan bagaimana? Apakah sanggup mengejar?”

Pasti saja sanggup. Justru gerbang awal seleksi tersebut tersedia di ujian Sbmptn.

Nggak heran passing grade Fakultas Kedokteran terlalu tinggi sebab memang untuk menempuh kuliahnya diperlukan pemahaman Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris yang memadai matang.

Buat lo yang mau menjadi dokter, jadikanlah SBMPTN ini sebagai ajang untuk mengasah kemampuan mendasar, terutama di Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris.

About Pher jaya

Check Also

Kenapa Harus Kuliah di Luar Negeri?

Ada banyak alasan untuk meneruskan studi di luar negeri. Kuliah di luar negeri sendiri sudah tidak …