Home / Uncategorized / Lulusan S3 ITB Pecahkan Rekor Doktor Termuda

Lulusan S3 ITB Pecahkan Rekor Doktor Termuda

Grandprix Thomryes Marth Kadja, mahasiswa S3 Kimia ITB menjadi calon doktor muda, gelar yang diraihnya pada sidang tertutup 6 September lalu pada umur 24 tahun, dan dapat formal disematkan pada rangkaian sidang kedua yaitu sidang terbuka. Capaian Grandprix ukir sejarah baru didalam dunia pendidikan Indonesia lantaran prestasinya ini tercatat memecahkan rekor MURI sebagai pemegang banyak doktor S3 termuda di Indonesia.

Jejak Akademik

Pria kelahiran Kupang ini merupakan lulusan S1 Kimia Universitas Indonesia dan melanjutkan S2 pada program belajar yang sama di ITB. Sebelum ke bangku kuliah, Grandprix bercerita bahwa ia masuk SD pada umur 5 tahun dan lanjut ke kelas akselerasi di SMA supaya usianya pada waktu masuk kuliah S1 adalah 16 tahun. Lulus S1 di umur 19 tahun, ia melanjutkan S2-nya dengan beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemenristekdikti.

Selama belajar S3 di ITB, waktu yang tersedia digunakan untuk melaksanakan penelitian secara penuh. Untuk disertasinya sendiri Grandprix menyebutkan bahwa ia mengangkat topik perihal zeolite sintesis, mekanisme, dan peningkatan hierarki zeolit ZSM-5. Dibimbing oleh Dr. Rino Mukti, Dr. Veinardi Suendo, Prof. Ismunandar, dan Dr. I Nyoman Marsih sebagai promotornya, Grandprix menyebutkan bahwa secara garis besar penelitiannya selanjutnya berfokus pada material yang banyak dipakai di industri seperti petrokimia dan pengolahan biomassa.

Antara Passion, Cita-Cita, dan Harapan

Capaian luar biasa Grandprix ini tak terlepas berasal dari kerja keras dan permohonan yang kuat didalam capai mimpi. Diakui oleh pria yang telah menerbitkan 9 publikasi ilmiah berskala nasional dan internasional ini bahwa jalannya sepanjang era penelitian-penelitian tidak tetap mulus.

Proses yang susah dan memakan waktu menjadi kendala. “Atau jika tersedia instrumen kesimpulan yang tidak tersedia atau hasil penelitian yang tidak sesuai ekspektasi,” tambahnya. Kendati demikian, kecintaannya pada bidang yang ditekuninya ini membuatnya tetap menjalani segala sesuatu, baik suka maupun duka, dengan suka hati. Kepuasan tersendiri, aku Grandprix, terutama kala hipotesisnya sukses dibuktikan.

Lebih lanjut terkait prestasinya, Grandprix menghendaki akademisi Indonesia dapat ikut terdorong untuk memajukan dunia penelitian yang dimotori oleh orang-orang muda Indonesia. “Jangan minder karena masih muda. Justru (yang muda) yang wajib menjadi umpama bagi orang lain,” ujarnya.

Selain itu, beliau terhitung mengidamkan supaya program-program beasiswa seperti PMDSU dapat diteruskan eksistensinya dan diperbesar skalanya untuk menjaring peneliti dan doktor Indonesia dengan kebolehan dan energi saing kualitas internasional.

About Pher jaya

Check Also

Resep Sumpia Udang Kering Yang Enak  dan Lezat

Resep Sumpia Udang Kering Yang Enak  dan Lezat

  Apakah kalian mengetahui sumpia? Mungkin banyak diantara kita belum memahami betul apa itu sumpia …