Home / Uncategorized / Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Hal itu diungkapkan Prof. Dr Bambang Kaswanti Purwo berasal dari Unika Atma Jaya Jakarta pada seminar nasional pembelajaran Bahasa Indonesia dan pengembangan literasi yang diselenggarakan Program Studi Magister bahasa dan sastra indonesia Universitas Bung Hatta.

“Saya sepakat dengan apa yang diungkapkan Prof. Bambang. Yang berbeda hanya orientasinya. Dalam kurikulum 2013 pembelajaran berorientasi pada penggunaan bahasa agar terwujud kecakapan berkomunikasi bagi peserta didik secara lisan maupun tulis,” tegas Prof. Agustina berasal dari Universitas Negeri Padang.

Dikatakan Agustina, para guru diminta lebih menyimak fungsional bahasa. Fungsionalisme dan konsep-konsep yang melandasi penggunaan bahasa layaknya sosiolinguistik, pragmatik dan anasisis wacana kudu selalu dipahami guru seoptimal barangkali meski tidak tersedia didalam buku ajar.

Tanpa kompetensi ini mus tahil guru bisa mewujudkan obyek pembelajaran bahasa tersebut. Artinya guru selalu kudu terus mengulangi materi perkuliahan pernah dan meningkatkan kompetensinya dengan banyak membaca dan turut seminar.

“Mulailah pelajaran menulis dengan sebabkan karangan deskriptif. Anak didik diajak menulis tentang apa yang dicermati berasal dari gurunya, temannya atau orang tua mereka,” ujar Dr. Taufina.

Bila murid telah mempunyai rutinitas membaca, ajarlah dia membaca yang tersirat berasal dari bacaan, perkataan atau wacana yang berkembang. Sebab, kata Ketua Yayasan yang menaungi UBH, Prof. Fachri Ahmad, membaca yang tersirat terlalu diperlukan generasi sekarang. Di zaman dimana banyak wacana yang berkembang berasal dari waktu ke waktu.

Kemampuan membaca yang tersirat meningkatkan kapabilitas anak didik untuk mempunyai filter didalam dirinya. Mereka mempunyai kearifan dan nilai-nilai yang keluar tumbuh didalam dirinya.

Menurut Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UBH Dr. Yusrita Yanti, berfikir gawat beda dengan kapabilitas mengkritik. Berfikir gawat yang keluar gara-gara kepandaian berbahasa bisa sebabkan seseorang mam- pu mengetahui bidang keilmuan dengan lebih baik. Sebab mereka bisa mensintesa berasal dari beraneka referensi yang dibacanya.

Yusrita memastikan kapabilitas berbahasa dan berfikir gawat inilah yang jadi latar belakang mereka mengadakan seminar. Selain itu program pasca sarjana UBH menginginkan berkontribusi didalam sosialisasi bagi keberhasilan kurikulum 2013.

Yusrita hanya menginginkan para guru bahasa Indonesia menyita sikap hadapi, hayati dan nikmati saja kurikulum 2013 agar berhasil didalam pembajalaran di sekolah masing-masing. Sebagai pendukung, Yusrita terhitung mempersiapkan ajang lokakarya sehari bagi para guru, dosen dan mahasiswa tersebut.

About Pher jaya

Check Also

Solusi Mudah Top Up Game dan Cara Membelinya Dengan Voucher UniPin

Sebagai gamers, pasti kamu punya beragam kebutuhan. Apalagi untuk urusan top up game kesayanganmu. Nah …