Home / Uncategorized / Soto dan Pindang Kerbau Khas Kudus di Demak

Soto dan Pindang Kerbau Khas Kudus di Demak

Bagi warga daerah Matamanan (Solo-Yogya dan sekitarnya) mungkin cukup asing dengan menu kuliner yang menggunakan daging kerbau.

Memang umumnya daging kerbau lebih banyak disajikan sebagai hidangan warga “Pesisiran” seperti Pekalongan di pantura Barat atau Demak-Kudus di pantura Timur.

Pada waktu keluarga kami pindah dari Solo ke Pekalongan, awalnya juga merasa aneh saat mencicipi soto tauto daging kerbau yang banyak dijual di sana.

Beda dengan soto tauto Pekalongan yang dijual di Semarang –seperti ditulisan ini yang mengulas soto dengan menggunakan daging sapi.

Ragam hidangan dari daging kerbau cukup bervariasi, namun yang banyak disajikan di warung-warung sepanjang pantura timur antara lain sate kerbau, soto kerbau, dan pindang daging kerbau.

Dalam perjalanan sepanjang pantura timur Jawa Tengah, tentu sayang kalau melewatkan kuliner yang khas ini.

Kebetulan dalam perjalanan ke Tuban, saat waktunya makan siang rombongan kami melewati Demak “Kota Wali” dan tertarik untuk mampir di Warung Soto Kerbau “Bu Saki”.

Meskipun lokasinya di Demak, warung ini tidak lupa mencantumkan dalam spanduknya… “Khas Kudus”.

Sambil memilih hidangan, saya sempat berbincang dengan mbak Santi yang ternyata sudah merupakan generasi ke-4 (cicit) dari Mbah Saki, yang memang membuka warung Soto Kerbau di Kudus pada jamannya.

Saat ini banyak anggota keluarga mbah Saki, yakni pakdhe–budhenya mbak Santi, yang juga berbisnis Soto dan Pindang Kerbau melanjutkan usaha leluhur, baik di Kudus, Demak, maupun kota lainnya.

Saya memesan semangkuk nasi soto yang berisi irisan daging kerbau, tauge, kacang kedelai, ditaburi daun seledri, dan bawang goreng. Kuahnya dari kaldu kerbau panas yang membuat gemrobyos (berkeringat).

Dagingnya benar empuk dan gurih, kuahnya juga dengan resep “mbah Saki” yang segar. Special request saya.. tambah tauge banyak-banyak…

Menu lain yang tersedia adalah nasi pindang yang juga khas Kudus, disajikan dengan piring yang dialasi daun pisang.

Dagingnya lezat dan kuah pindangnya… josss. Sekali mampir langsung habis semangkok soto dan sepiring nasi pindang.

Anggota rombongan lain juga kebanyakan minta tanduk alit (ini istilah daerah Mataraman untuk minta tambah setengah porsi).

Yang biasanya menjadi favorit untuk topping adalah aneka jeroan seperti paru goreng, lidah, iso (usus) goreng , rambak (krupuk kulit kerbau), otak goreng.

Tapi bagi yang sedang diet kolesterol tentu saja jangan lupa pesan sponsor… “jangan banyak-banyak, ya

Warung Soto dan Pindang Kerbau “Bu Saki” yang kami kunjungi berlokasi di Jalan Sultan Trenggono yang merupakan jalur jalan raya Semarang-Demak.

Untuk menuju ke sana dari arah Semarang sekitar 20 kilometer. Buka dari pagi hingga malam hari dan biasanya ramai saat sarapan dan makan siang karena selain berada di tepi jalan raya juga dekat dengan kompleks perkantoran.

Sehari mbak Santi bisa menyajikan 700-an mangkok Soto @ Rp 8.000 per porsi. Bisnis kuliner yang lumayan, ya… Sip, lah! Siapa tahu sambil travelling kita sekalian nambah wawasan bisnis…

Monggo…

BACA JUGA:

Tempat romantis bulan madu

SUMBER: Hello Semarang

About Pher jaya

Check Also

Behel gigi Jogja

Tips Mengurangi Rasa Sakit Saat Memasang Behel di Dokter Gigi Jogja

Ketika Anda memasang behel di klinik dokter gigi Jogja tentu ada efek yang akan dirasakan. …