Home / News / Co-Founder The Green Team Indonesia

Co-Founder The Green Team Indonesia

Murid kelas 4 SD Taman Rama School, Denpasar ini banyak menunjukkan prestasi internasional. Antara lain menjadi Finalis International Young Eco Hero Awards 2014 dari Action For Nature, San Fransisco, USA. Prestasi dari Tunza-Eco generation & UNEP (United Nations Environment Programme):Winner of July 2013 competition: “Discover the Nature Around You with the photo and essay of Kangkong plant”. Bahkan blognya The Green Team Indonesia masuk dalam “10 Environmental Campaigns Recommended by Eco-generation Members” oleh Tunza-Eco Generation with UNEP (United Nations Environmental Programme). Berikut diceritakan oleh sang ibu, Debby Lukito Goeyardi (40).

Akrab Sejak Kecil

“Sejak kecil Vanessa dan Patricia, anak kami, sudah diperkenalkan pada lingkungan hidup. Semakin besar, mereka semakin merasa perlu adanya komunitas agar kegiatan mereka lebih terarah dan bisa memberi inspirasi bagi banyak orang. Maka didirikanlah The Green Team Indonesia (TGTI). Kakaknya, Patricia sebagai pendiri dan Vanessa sebagai co-founder. Meski aktivitas lingkungannya sudah lama berjalan, nama TGTI ini secara formalnya mulai digunakan sejak 16 Februari 2013. Nama Green Team digunakan karena Patricia sejak tahun 2012 adalah Surfer Girl’s Green Ambassador. Jadi, untuk memudahkan dan sesuai dengan tujuan mereka. Saya dan suami (Dr. Alainsoen Goeyardi, MBA) sangat mendukung kegiatan Vanessa dan teman-temannya. Rumah kami tak pernah sepi dari anak-anak dan bisa dibilang sebagai ‘basecamp.’ Adanya TGTI ini mereka bisa menyalurkan rasa keingintahuannya dan energinya untuk kegiatan positif. Ini patut didukung. Bahkan para orangtuanya juga saling bahu membahu bila ada kegiatan dengan melakukan pengumpulan dana jika dibutuhkan. Terutama dana penyediaan transportasi untuk kelancaran kegiatan. Bahkan anak-anak juga mengadakan ‘bake sale’ dan sebagainya untuk mendapatkan dana kegiatan TGTI.”

Hal Kecil Berdampak Besar

“Ada banyak kegiatan yang dilakukan Vanessa dan juga anggota TGTI ini. Antara lain mengajar bahasa Inggris di panti asuhan untuk anak-anak tunanetra, mengajar baca-tulis dan bahasa Inggris di pasar Badung untuk anak-anak buruh, bagi-bagi biji kangkung, ikut membersihkan pantai dengan Surfer Girl dan teman-teman, menanam mangrove, mengadakan educational trip seperti ke Temesi untuk belajar tentang sampah dan kompos organik, dan lain-lain. Intinya, mereka ‘do simple things for Earth and people in need with real actions’. Mereka sudah terbiasa dengan kata-kata ‘action speaks louder than the words’. Meski kegiatannya masih lokal di Denpasar dan sekitarnya, namun dukungannya cukup banyak.

Baca juga “ http://lesbahasainggris.co.id/kursus-ielts-terbaik-di-jakarta/ “.

About Pher jaya

Check Also

5 Media Online Terbesar untuk Anak Muda di Indonesia

Media online telah menjadi kebutuhan tersendiri bagi banyak orang. Membaca berita adalah salah satu tujuan …